Showing posts with label PETERNAKAN. Show all posts
Showing posts with label PETERNAKAN. Show all posts

Monday, 22 February 2016

Kredit Usaha Rakyat(KUR), Masalah Besar Untuk Usaha Peternakan

Ditulis Oleh Yoppy Mairizon RS _ FP
Belakangan ini dunia perbankkan sibuk dengan kucuran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR),yang secara umum akanmembantu kalangan usaha menengah dankecil, tapiini menjadipermaslahanbesar bagi Usaha dibidang peternakan karena...(Baca Lengkap)

Saturday, 10 October 2015

52 Th FATERNA UNAND, KAMPUS SEGUDANG PRESTASI

Selamat Dies Natalis Ke 52 Tahun Fakultas Ungu "Bangga Bisa Menjadi Bahagian dari Kampus Tumpuan Kemajuan Peternakan Sumatera Barat" Dari jauh saya menerima kiriman Buku Diesnatalis dan Terimakasih juga utk kali ke 3 nama saya masuk dalam buku tersebut semoga mnjadi motivasi dan berharap ada generasi penerus yang bisa melanjutkan  pencapaian tsb.

Sunday, 5 April 2015

KATULAC, PEMACU LAKTASI SAPI PERAH

Katuk adalah tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai pemacu laktasi pada ibu menyusui. Kemampuan daun katuk ini mendorong Prof.Dr. Agik Suprayogi untuk menciptakan Katulac, feed additive untuk memacu proses laktasi pada sapi perah. Pemberian katulac kepada sapi perah telah dilakukan oleh beberapa peternak di Koperasi Peternak Sapi Perah Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan dan mendapatkan respon yang sangat positif.

Lemahnya Pengawasan Impor Ternak

Urusan pengawasan impor sapi hidup di negeri ini masih lemah. Penilaian ini diutarakan Ketua Umum Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) drh Tri Satya Naipospos. Doktor ahli epidemiologi ini mengatakan, yang selama ini dilakukan adalah pengawasan kesehatan hewan di negara asal. Sementara ketika hewan itu masuk atau sampai di Indonesia, pengawasannya longgar. Sampai hari ini sebagian besar pemasukan sapi hidup di Indonesia berasal dari Australia. Ia mengatakan, salah satu kesalahan besar adalah, begitu sapi datang langsung masuk kandang atau

Saturday, 14 March 2015

Masya Allah, Ternyata Inilah Manfaat Luar Bisa Belut, Rugilah Kalau Jijik

Hewan yang hidup di daerah tropis memiliki sisik sedikit, dapat bernafas di dalam udara, tekstur yang cenderung licin, memiliki sirip ekor yang memanjang dan tidak memiliki tulang rusuk. Belut masuk didalam kelompok ikan, sehingga belut banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Belut sendiri memiliki banyak kandungan gizi, sama halnya dengan ikan.
Terdapat dua jenis belut yang banyak ditemukan di Indonesia, yaitu belut sawah dan juga belut rawa. Jika ingin mengkonsumsi belut yang banyak dagingnya, belut sawah merupakan pilihannya.
Kandungan gizi pada daging belut
Kandungan protein yang tinggi, mineral, vitamin juga lemak pada belut sama halnya seperti kandungan pada manfaat ikan, karena belut merupakan bagian dari jenis ikan.
Belut juga berfungsi sebagai indikator penting yang dipergunakan untuk mendeteksi terjadinya pencemaran lingkungan atau penurunan kualitas air. belut lebih suka bertelur di air yang dangkal.
Manfaat daging belut berdasarkan kandungannya:

Jika kalian menginginkan tulang yang kokoh dan kuat, serta untuk menghindari atau meminimalisir dari terjadinya pengeroposan pada tulang atau yang lebih dikenal dengan osteoporosis, maka layak untuk manfaat daging belut ini. Hal tersebut sama seperti manfaat susu, manfaat yoghurt atau manfaat udang.
2. Zat Besi
Manfaat zat besi bagi tubuh manusia,berfungsi untuk mencegah anemia. Zat besi yang kurang akan mempengaruhi pembentukan hemoglobin pada sel darah sehingga kurangnya suplai oksigen ke seluruh tubuh. Jika sistem kekebalan tubuh terganggu, sangat baik untuk mengkonsumsi belut ini. Zat besi juga banyak terdapat pada :
- manfaat bayam
- manfaat hati ayam
- manfaat cumi-cumi
3. Kalori
Kalori yang terkandung dalam belut juga sangat tinggi, kalori yang tinggi membantu memenuhi kebutuhan tubuh untuk melakukan aktivitas didalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga harus berhati-hati jika menyandingkan masakan belut dengan manfaat nasi putih yang memiliki banyak karbohidrat.
4. Kaya Vitamin

Belut juga bagus untuk kesehatan mata, perkembangan fungsi jaringan saraf, membantu membentuk protein, hormone serta membantu menormalkan tekanan darah pada otak. Sehingga dapat menurunkan resiko terkena pembekuan darah pada otak, yang merupakan manfaat vitamin B pada belut. Selain itu, manfaat vitamin A mencapai 1600 SI pada belut, yang berguna bagi pertumbuhan, kesehatan mata dan juga sistem reproduksi.
5. Arginin
Kanker merupakan penyakit yang sangat mematikan yang paling ditakuti, termasuk penyakit payudara. Penyakit ini begitu ditakuti oleh kebanyakan wanita. Arginin yang terkandung didalam belut memiliki fungsi yang penting yaitu melakukan penghambatan terhadap pertumbuhan sel kanker payudara. Dan bagi kita yang sangat sayang akan kesehatan jantung, maka sebaiknya mengkonsumsi belut, karena dengan mengkonsumsi belut dapat menurunkan resiko terkena serangan jantung, dan juga penyempitan pembuluh darah.
Efek Samping Daging Belut
Dibalik manfaat daging belut tersebut, belut juga memiliki efek samping. Bagi anda yang mengidap kolesterol, sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi belut. Bukan tanpa alasan pelarangan terhadap penderita kolesterol, karena pada belut terdapat kandungan lemak yang tinggi.
Cara Pengolahan Daging Belut yang Sehat
Jika ingin mengkonsumsi belut namun takut akan asam lemak dan kolesterolnya yang tinggi, disarankan dapat mengkonsumsi belut dengan cara di panggang. Komposisi asam lemak dan kolesterol yang diolah dengan cara di panggang, memiliki resiko yang kecil dikarenakan proses pembakaran daging belut. Sehingga lemak yang terkandung pada belut akan mencair dan membuat berkurangnya kadar lemak tersebut.

Thursday, 12 March 2015

THE PROGRAM CATTLE BANK FECES (BFT) AS EFFORTS TO INCREASE SOCIAL AND ECONOMIC SOCIETY



THE PROGRAM CATTLE BANK FECES (BFT) AS EFFORTS TO INCREASE SOCIAL AND ECONOMIC SOCIETY


Yoppy Mairizon RS

Study Program Animal Husbandry, Faculty of Aimal Husbandry,
 Andalas University


ABSTRACT


Now animal husbandry the people became one of the buttresses meet their food needs in indonesia , this situation has made farmers prioritize the improvement of livestock productivity , however the development of productivity cattle while this is not followed by alleviating the impact of social , health and environment caused by animal husbandry. Feces resulting from animal husbandry the people , feces spilled and usually not utilized by farmers .Hence needed a container as “ bank of feces cattle ( BFT ) “ to help farmers the people cope with the problems that they face .Bank of feces cattle ( BFT ) have in common with banks the current , however having the difference the object passed and there are management process products. Depositing that were taken in BFT do not use money but cattle use of feces .Feces cattle later in of these stations and then will be recording in the book special savings BFT done adiministrasi division .Feces later in to be the product of sports worth selling and of itself to by the division of processing , then the product marketed and sold by marketing division then the results were submitted to administrative division . BFT holds an important role in reducing the environmental impact caused by them who in by feces cattle from livestock business people that during this wasted vain.Through feces cattle BFT with the level of the impurity high processed into products environmental kindnessWith the existence of community BFT and breeder the people will be easy for depositing feces cattle and then savings after being rewarded with some money.This certainly will add revenue from animal husbandry the people who usually not avail of feces cattle as additional income.

Keywords : Cattle Bank Feces, Social Economic, Animal Husbandry

Sunday, 18 January 2015

Penanganan Daging Unggas yang Hygiene


harga daging ayam potong

Daging unggas merupakan media yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan kuman, baik kuman pembusuk maupun kuman pathogen, yang menjadi pengganggu kesehatan konsumen. Karena itu perlu dilakukan penerapan jaminan keamanan bahan baku unggas dalam mata rantai penyediaan daging unggas. Ketersediaan daging unggas harus dapat dinikmati dengan aman dan layak konsumsi.
Dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan dengan penjelasan keamanan pangan didefinisikan sebagai kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah terjadinya pencemaran pangan dari cemaran biologis, kimia dan benda lain yang akan mengganggu, merugikan dan membahayakan bagi kesehatan manusia.
Keamanan bahan baku unggas diartikan dengan penerapan hygiene kebersihan pada penanganan daging unggas dengan menggunakan konsep aman. Jaminan keamanan bahan baku daging unggas dimulai dari tingkat sistem budidaya unggas sampai pada daging unggas aman di meja makan yang dikenal dengan konsep “Safe from farm to table“ melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) atau Good Handling Practices (GHP). Penerapan GMP atau GHP meliputi kegiatan kegiatan yang beraspek pada hygiene, sanitasi, halal dan kesejahteraan hewan. Guna mewujudkan keamanan bahan baku unggas dapat terlaksana dengan baik diperlukan peran aktif dari pemerintah, produsen dan konsumen.
Bagi Petani Ternak Unggas
Yang perlu diwaspadai pada keamanan bahan baku unggas pada usaha budidaya unggas adalah adanya ancaman serangan penyakit dan adanya residu antibiotika pada daging unggas. Karena itu perlu dilakukan pencegahan, pengendalian dan pemberantasan dengan menerapkan prinsip-prinsip berikut : 1). Mencegah terjadinya kontak antara ternak unggas dan agen penyakit atau bibit penyakit. Dengan cara melakukan karantina atau isolasi pada ternak unggas dan manusia yang terduga sebagai penyebar penyakit; 2). Melakukan pemusnahan bibit penyakit dengan melakukan pembersihan dan desinfektan pada kandang unggas; 3). Melakukan vaksinasi secara teratur pada unggas; 4). Bila penyakit sudah mewabah tindakan yang paling tepat dilakukan pemusnahan massal pada barang-barang yang terindikasi sebagai penyebab tersebarnya bibit penyakit.
Sebaiknya pada lingkungan sekitar kandang unggas dilakukan penerapan biosecurity yang tidak lain merupakan pertahanan pertama pada pengendalian wabah penyakit. Selain berfungsi sebagai pengendalian wabah penyakit, biosecurity juga dapat untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran penyakit.
Perlakuan biosecurity pada ternak unggas dapat dilakukan sebagai berikut: 1). Melakukan pembersihan dan desinfektan kandang, peralatan kandang. kendaraan pengangkut unggas dan manusia pengelola kandang unggas; 2). Melakukan pengawasan lalu lintas unggas, bahan-bahan yang berasal dari unggas; 3). Melakukan vaksinasi yang terprogram; 4). Melakukan pengendalian hama yang mengganggu kenyamanan ternak unggas; 5). Manusia-manusia pengelola kandang juga harus mampu melakukan penerapan kehidupan yang hygiene dengan memperhatikan kesehatan diri, kebersihan diri dan membudayakan hidup sehat; 6). Melakukan tata laksana pemeliharaan pada pakan dan obat; 7). Melakukan penanganan limbah unggas.
Pengangkutan Ternak Unggas Hidup
Pengangkutan ternak unggas hidup perlu juga diwaspadai agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari. Kerugian yang diakibatkan dari pengangkutan ternak unggas di antaranya terjadi penularan penyakit, cacat pada ternak unggas dan juga dapat menimbulkan kematian pada ternak unggas.
Penanganan pengangkutan ternak unggas hidup dapat dilakukan dengan cara: 1). Melakukan pembersihan dan desinfektan pada kendaraan angkut ternak unggas; 2). Pengangkutan ternak unggas hidup dilakukan dengan memperhatikan aspek kesejahteraan hewan, di antaranya kandang pengangkutan ternak unggas hidup jangan terbuat dari bahan bambu agar tidak melukai ternak unggas. Kepadatan kandang pengangkut juga harus diperhatikan, ternak unggas hidup harus mendapatkan cukup udara dan juga harus terlindung dari panas dan hujan.
Kesejahteraan hewan harus memperhatikan pada prinsip-prinsip berikut: 1). Ternak unggas harus terbebas dari rasa lapar dan haus; 2). Ternak unggas harus terbebas dari ketidaknyamanan; 3). Ternak unggas harus terbebas dari rasa sakit dan luka; 4). Ternak unggas harus bebas mengekspresikan prilaku alami; 5). Ternak unggas harus terbebas dari rasa takut dan tertekan.
Pemotongan Ternak Unggas
Penanganan pemotongan ternak unggas harus dihindarkan dari rasa stress pada ternak unggas sebelum penyembelihan, memar, patah tulang atau kematian ternak unggas sebelum penyembelihan, pemingsanan yang tidak sempurna dan penyembelihan ternak unggas yang tidak halal.
Penanganan pemotongan ternak unggas yang tidak baik akan mendapatkan produksi daging unggas sebagaimana terlihat dengan ciri-ciri berikut: 1). Pada ternak unggas yang stress dipastikan kualitas daging unggas tidak baik. Hal ini disebabkan proses pengeluaran darah yang tidak sempurna pada saat penyembelihan unggas; 2). Pada unggas yang mengalami memar akan terjadi perubahan warna pada daging unggas yang relatif gelap atau kebiruan; 3). Pada ternak unggas yang mengalami patah tulang, akan terjadi perubahan warna daging menjadi merah gelap pada sekitar bagian tulang yang patah; 4). Pada proses pemingsanan ternak unggas yang tidak sempurna sebelum penyembelihan akan menghasilkan daging unggas yang mengalami perubahan warna. Hal ini disebabkan terjadinya proses pengeluaran darah yang tidak sempurna. Dan pastinya proses pemingsanan ternak unggas yang tidak sempurna merupakan daging unggas yang tidak halal; 5). Pada ternak unggas yang mengalami proses penyembelihan tidak baik dan tidak hygiene dapat dilihat dari kulit daging unggas dengan warna yang gelap dan kulit robek.
Perlakuan pemotongan ternak unggas yang dianjurkan untuk bisa mendapatkan kualitas daging unggas yang baik dan halal perlu dilakukan sebagaimana berikut: 1). Penerapan konsep kesejahteraan hewan pada penanganan ternak unggas hidup sebelum penyembelihan; 2). Penerapan syarat halal pada proses penyembelihan; 3). Penerapan hygiene dan sanitasi pada lokasi, peralatan pemotongan (pisau, talenan meja dan kemasan); 4). Proses penyembelihan ternak unggas dilakukan oleh orang yang sehat, bersih dengan memberlakukan prinsip hygiene dan sanitasi; 5). Penerapan proses rantai dingin, artinya daging unggas senantiasa disimpan pada suhu yang dingin sekitar di bawah 4 derajat Celcius dengan cara memberikan batu es yang dibuat dari air yang bersih atau menggunakan pendingin udara.
Bagi Konsumen
Untuk bisa menikmati produksi daging unggas yang hygiene ada beberapa type yang dapat dilakukan konsumen dalam berbelanja daging unggas: 1). Belilah daging unggas di tempat penjualan atau kios daging unggas yang resmi, bersih dengan penyimpanan daging unggas yang dingin atau beku; 2). Belilah daging unggas yang berwarna cerah, tidak gelap, tidak ada warna atau bercak-bercak merah kecoklatan atau kebiruan tidak berbau busuk, tidak berbau menyengat dan tidak berlendir; 3). Pembelian daging unggas dianjurkan dilakukan pada akhir belanja saat hendak pulang ke rumah; 4). Daging harus dikemas dengan baik dan terpisah dari jeroan dan bahan makanan yang lain; 5). Jika hendak membeli produk daging olahan perlu diperhatikan kondisi kemasan dan tanggal kadaluarsa produk daging olahan.
Penanganan dan penyimpanan daging unggas juga harus menjadi kepedulian bagi konsumen agar tetap mendapatkan produksi daging yang aman dikonsumsi: 1). Daging yang sudah dibeli sebaiknya segera diolah atau disimpan dalam lemari pendingin atau dibekukan dalam freezer; 2). Jangan pernah menyimpan atau membiarkan daging unggas pada suhu di atas 4 derajat Celcius lebih dari 4 jam; 3). Perlu dilakukan perlakuan pada daging unggas yang akan disimpan dalam keadaan beku, dengan cara daging unggas dipotong-potong sesuai selera dan kebutuhan yang diperlukan. Kemudian lakukan pengemasan dalam wadah tertutup dan bersih dan berikan tanggal pembelian daging sebelum dimasukkan dalam freezer; 4). Lakukan pencucian tangan sebelum dan sesudah menangani, mempersiapkan dan mengolah daging; 5). Usahakan ruang atau tempat mengolah daging unggas (dapur) terbebas dari insektisida dan rodentia (lalat, tikus, kecoa dan semut); 6). Gunakan peralatan yang bersih untuk menyimpan, mempersiapkan, mengolah dan memasak daging unggas; 7). Cucilah peralatan pengolahan daging unggas (pisau, talenan dan wadah) dengan baik setelah digunakan; 8). Pada tangan yang luka dianjurkan untuk ditutup dengan plester sebelum melakukan penanganan pengolahan daging unggas; 9). Hindarkan bersin dan batuk di depan daging unggas.(Sumber : Tabloidsinartani.com)

Prospek Manjanjikan Ternak Cacing Sutra

Cacing sutra bukan suatu komoditi yang lumrah untuk diternakkan. Namun, di Kabupaten Bojonegoro, cacing sutra ini diternakkan dan memiliki prospek pasar yang menjanjikan.
Aris Risnanto, warga Desa/Kecamatan Gondang, Bojonegoro ini berhasil membudidayakan cacing yang menjadi bahan baku kosmetik dan obat. Tak hanya itu, cacing sutra juga bermanfaat sebagai pakan ternak perairan seperti belut dan ikan sidat.
ternak cacing sutra
Aris memilih cacing sutra untuk diternakkan bukan tanpa alasan. Selain minim resiko, beternak cacing juga tak membutuhkan perlakuan khusus serta tak membutuhkan banyak waktu. “Pasar cacing sutra juga saat ini ramai karena budidaya belut juga mulai digemari,” ujarnya disela-sela memanen cacing bersama Bupati Bojonegoro, Suyoto, Senin (24/11/2014) kemarin.
Dengan media terpal ukuran 4×8 meter, Aris berhasil memanen hingga 96 kilogram cacing sutra yang laku hingga Rp45 ribu/kilogram. Dalam sekali panen, ia berhasil memanen hingga 200 kilogram cacing dengan jangka waktu panen per 4 bulan.
Ternak cacing ini tidak memerlukan media khusus hanya kotoran sapi dicampur dengan pelebah pisang ataupun serbuk kayu. Namun, jika ingin mendapatkan nutrisi yang bagus untuk cacing bisa ditambahkan dengan sisa makanan dan sayuran. Aris menuturkan ada media lain yang tepat dan murah meriah yakni sampah sayur dan buah dari pasar bisa digunakan untuk media tanam. Sampah sayur dan buah kaya akan nutrisi sehingga bagus untuk perkembangan cacing sutra ini. (Sumber : kanalbojonegoro.com)

Wednesday, 14 January 2015

Ceker Ayam Khasiatnya Mirip dengan Sirip Ikan Hiu

ceker  ayam dimsum
Riset. Ikan hiu akan punah sebentar lagi jika terus diburu untuk diambil siripnya yang konon sangat berkhasiat. Padahal untuk sekedar mendapatkan manfaat sirip ikan hiu, ceker ayam yang lebih mudah didapat punya kandungan nutrisi hampir sama.
Salah satu kandungan bermanfaat dalam sirip ikan hiu adalah kartilago atau tulang rawan, yang diyakini mampu memperbaiki kekebalan tubuh dan mencegah kanker. Sama seperti sirip ikan hiu, ceker alias kaki ayam juga banyak mengandung kartilago untuk melapisi persendian.
American Cancer Society pernah mengembangkan obat kanker dari bahan tulang rawan. Obat yang dibuat dari sirip ikan hiu itu cukup efektif, namun bahan bakunya sulit diperoleh dalam jumlah besar tanpa mengganggu keseimbangan biota laut.
Dalam hal ini jika ikan hiu harus dilindungi, maka ceker ayam bisa menjadi alternatif karena sama-sama banyak mengandung tulang rawan. Ceker ayam jelas lebih mudah didapatkan karena unggas ini memang dibudidayakan sehingga tidak mungkin punah meski dikonsumsi terus menerus.
Kandungan lain yang bisa ditemukan pada sirip ikan hiu maupun ceker ayam adalah glukosamin dan kondroitin, 2 senyawa yang berkhasiat sebagai antiradang alami. Sebuah penelitian di tahun 1995 membuktikan, kedua senyawa itu bisa meringankan gejala radang sendi atau osteoarthritis.
Kelebihan lain dari ceker ayam dibandingkan sirip ikan hiu adalah kandungan kolagennya yang sangat tinggi. Kolagen yang merupakan sejenis protein dan banyak dipakai dalam produk kecantikan ini banyak terdapat pada tulang, persendian, maupun bagian kulit yang mengeras pada ceker ayam.
Protein yang akan memberi sensasi rasa agak kenyal pada ceker ayam saat dimasak ini diyakini baik untuk kesehatan kulit karena bisa mengurangi efek penuaan termasuk kulit kusam dan keriput. Kolagen juga baik untuk kesehatan rambut dan kuku, sehingga cocok bagi yang ingin menjaga kecantikan fisik.
Meski demikian, ceker ayam tidak banyak mengandung daging atau otot yang merupakan sumber protein utama. Untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang, imbangi hobi makan ceker ayam dengan makan dagingnya terutama bagian dada yang mengandung lebih banyak protein dan hanya sedikit lemak pada kulitnya.
Sumber: Livestockreview.com

Saturday, 10 January 2015

Beginilah Cara Semut Memanggil Teman temannya

Semut yang menemukan sumber makanan meninggalkan jejak senyawa kimia [Feronom] di tanah melalui sengat pada bokongnya. Jejak yang dibuatnya membantu teman-temannya menemukan sumber makanan. Banyak serangga memiliki zat feromon, tapi masing masing memiliki fungsi yang serupa tapi tak sama. Sebagai contoh : Semut menggunakan feromon untuk meninggalkan jejak, sedangkan kupu-kupu menggunakan Feromon untuk menarik lawan jenis.
Semut yang bertugas mencari makan biasanya menjalankan tugas dengan cara yang sulit dijelaskan. Ia berangkat ke sumber makanan dengan berjalan berkelok-kelok, tetapi kembali ke sarang dengan rute lurus yang lebih singkat. Bagaimana mungkin seekor semut yang hanya dapat melihat beberapa sentimeter ke depan bisa berjalan lurus?
Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang peneliti bernama Richard Feynman meletakkan sebongkah gula di salah satu ujung bak mandi, lalu menunggu seekor semut datang dan menemukannya. Ketika semut yang pertama kali datang ini kembali ke sarangnya, Feynman mengikuti jejaknya yang berkelok.
Kemudian Feyman mengikuti jejak semut-semut berikutnya. Ternyata Feynman menemukan bahwa semut yang datang belakangan tidak mengikuti jejak yang ditinggalkan; mereka lebih pintar, mengambil jalan memotong sampai akhirnya jejaknya menjadi berbentuk garis lurus.
Diilhami hasil penelitian Feynman, seorang ahli komputer bernama Alfred Bruckstein membuktikan secara matematis bahwa semut-semut yang datang selanjutnya memang meluruskan jejak berkelok itu. Kesim-pulan yang didapatnya sama: setelah beberapa ekor semut, panjang jejak dapat diminimalkan menjadi jarak terpendek antara dua titik dengan kata lain, membentuk garis lurus.86
Apa yang diceritakan tadi tentu saja membutuhkan keahlian jika dilakukan oleh manusia. Ia tentu harus menggunakan kompas, jam, maupun perlengkapan yang lebih canggih lagi untuk menentukan suatu jarak. Orang ini harus juga menguasai matematika.
Berbeda dengan manusia, penunjuk jalan semut adalah matahari, sedangkan kompasnya adalah cabang pohon dan tanda alam lainnya. Semut mengingat bentuk tanda-tanda ini, sehingga dapat menggunakannya untuk menemukan rute pulang terpendek, meskipun rute ini benar-benar baru baginya.
Meskipun kedengarannya mudah, sebenarnya cara ini sulit dijelas-kan! Bagaimana mungkin seekor makhluk kecil seperti semut, yang tidak memiliki otak maupun kemampuan berpikir dan mempertimbangkan, melakukan perhitungan seperti ini?
Teknik komunikasi dengan jejak (mengikuti jejak bau) sering digunakan oleh semut. Banyak contoh yang menarik dalam hal ini
Semut yang menemukan sumber makanan meninggalkan jejak senyawa kimia di tanah melalui sengat pada bokongnya. Jejak yang dibuatnya membantu teman-temannya menemukan sumber makanan.
Suatu spesies semut yang hidup di gurun pasir di Amerika menge-luarkan bau khusus yang diproduksi di kantung racunnya jika ia menemukan serangga mati yang terlalu besar atau berat untuk di-bawanya. Teman-temannya sesarang dari jauh dapat mencium bau yang dikeluarkan dan mendekati sumbernya. Ketika jumlah semut yang berkumpul di sekitar mangsa sudah cukup, mereka membawa serangga tersebut ke sarang
Ketika semut api berpisah untuk mencari makanan, mereka meng-ikuti jejak bau selama beberapa lama, lalu akhirnya berpisah dan mencari makanan masing-masing. Sikap semut api berubah jika sudah mene-mukan makanan. Kalau menemukan makanan, semut api kembali ke sarang dengan berjalan lebih lambat dan tubuhnya dekat dengan tanah. Ia menonjolkan sengatnya pada interval tertentu dan ujung sengat menyentuh tanah seperti pensil menggambar garis tipis. Demikianlah semut api meninggalkan jejak yang menuju ke makanan.
Bayangkan jika seorang manusia ditinggalkan di hutan yang tidak dikenal. Walaupun orang ini mengetahui arah yang harus dituju, ia akan kesulitan menemukan jalan yang tepat dan mungkin saja tersesat. Selain itu, ia juga harus melihat keadaan sekitar dengan hati-hati dan mem-pertimbangkan jalan mana yang terbaik. Namun, semut bertindak seolah-olah mengetahui benar cara menemukan jalan. Pada malam hari, mereka dapat menemukan dan mengikuti jalan yang mereka tempuh saat menemukan makanan pada pagi harinya, meskipun kondisinya berubah.
http://www.faktaterselubung.com/

5 Hewan Hasil Kloning Yang Memicu Kontroversi


http://www.tastum-holsteins.com/images/Rosedale%20A%20Present%20Of%20Paradise.jpg


http://www.catnews.org/images/cat220.JPG


zhttp://www.businesspundit.com/wp-content/uploads/2009/02/noah.jpg


http://news.bbc.co.uk/nol/shared/spl/hi/pop_ups/07/sci_nat_cloning_hall_of_fame/img/2.jpg


Hewan Kloning
Dolly, Kloning Domba Pertama – Foto: Wikimedia

Kloning telah mengalami kemajuan pesat selama 15 tahun terakhir yang dimulai dari domba yang dinamakan Dolly hingga seekor kuda bernama Prometea.
Sekalipun demikian, masalah etika serta akibat yang ditimbulkan dari hal itu menjadi bahan perdebatan sengit. Berikut ini merupakan 5 hewan hasil kloning yang dianggap menyebabkan kontroversi menurut Nick Collins seorang jurnalisTelegraph. Domba Bernama Dolly
Kehadiran Dolly merupakan peristiwa penting dalam teknologi genetika yang menunjukkan bahwa para ilmuwan bisa membalikkan waktu selular dengan mengkonversi sel domba dewasa menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi domba baru.
Kelahirannya menyulut perdebatan sengit tentang etika dan akibat kloning. Seorang penulis mengklaim bahwa Dolly “menatap anda dengan kedua mata merahnya yang penuh kebencian”.
Sanggahan etika yang menentang kloning hewan diperkuat ketika domba tersebut dikritik pada tahun 2003 setelah mengidap penyakit paru-paru. Hewan tersebut ditimpa dengan masalah-masalah kesehatan juga menderita karena artritis prematur.
Tikus Bernama Cumulina
Cumulina merupakan yang pertama dari 50an tikus identik sepanjang tiga generasi yang dibuat di Universitas Hawai pada tahun 1998.
Hewan kloning tersebut dinamakan Cumulina karena dia dibuat dari DNA sel-sel kumulus yang mengelilingi telur yang sedang berkembang pada indung telur tikus betina.
Cumulina merupakan hewan pertama yang dikloning dari sel-sel dewasa yang bertahan hingga masa dewasa dan menghasilkan dua seperindukan sehat.
Gaur (Bos Gaurus) Bernama Noah
Noah hewan gaur (spesies dari Asia Tenggara yang mirip bison), merepresentasikan percobaan pertama yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk mengkloning hewan yang terancam punah.
Para ilmuwan di Amerika berharap bisa mengambil langkah besar dalam upaya melindungi spesies yang terancam punah dengan melahirkan kloningan gaur di sebuah peternakan di Iowa. Namun Noah mati sesaat setelah lahir pada tahun 2001.
Kucing Bernama CC
CC atau Carbon Copy yang lahir pada tahun 2001 merupakan hewan peliharaan pertama yang dikloning.
Para ilmuwan berharap bahwa menciptakan carbon copy kucing bisa menawarkan jutaan pemilik piaraan kesempatan untuk membangkitkan hewan peliharan kesayangan keluarga.
Namun walaupun Rainbow yang merupakan kucing orisinil bertubuh gemuk dan memiliki warna putih dengan bintik-bintik coklat, coklat muda dan keemasan, CC bertubuh ramping dengan warna putih dan belang abu-abu. Lebih lagi, kedua kucing tersebut memiliki sifat berbeda, Rainbow pendiam tapi CC suka bermain.
Sapi Bernama Vandyk-K Integ Paradise 2
Hewan ini merupakan salah satu dari tiga yang dikembangkan dari sel-sel yang diambil dari sapi yang memenangkan berbagai perlombaan bernama Vandyk K Integ Paradise di Amerika. Embrio-embrio yang dibekukan dari kloning tersebut ditanamkan pada induk-induk pengganti di Inggris.
Vandyk-K Integ Paradise 2 menjadi pusat pembicaraan ketika daging dari keturunan kloning tersebut masuk pasaran.
sumber :http://www.faktaterselubung.com

Pendaftaran Calon Peserta Seleksi SMD WP Tahun 2015

Dalam upaya mendorong peningkatan performance kelembagaan usaha kelompok peternak di pedesaan, pada tahun 2015 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan lulusan Perguruan Tinggi bidang Peternakan atau Kedokteran Hewan, untuk direkrut menjadi Sarjana Membangun Desa Wirausahawan Pendamping (SMD WP) guna ditempatkan di pedesaan sebagai Tenaga Wirausahawan Pendamping Kelompok Peternak dalam mengembangkan usaha agribisnis berbasis peternakan.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami informasikan sebagai berikut :
1. Calon peserta seleksi SMD WP Tahun 2015 harus memenuhi Kriteria dan Persyaratan yang telah ditentukan;
2. Penerimaan pendaftaran calon peserta seleksi SMD WP, dilaksanakan pada tanggal 5 – 16 Januari 2015.
A. Kualifikasi dan Persyaratan
Kualifikasi:
a) Lulusan Perguruan/Sekolah Tinggi dari disiplin Ilmu Peternakan atau Kedokteran Hewan
b) Kualifikasi minimal D3
c) Berusia maksimal 35 tahun
d) Belum mempunyai pekerjaan tetap (bukan pegawai : PNS, BUMN dan Swasta)
e) Bukan SMD yang telah difasilitasi pemerintah

Persyaratan :
a. Mengajukan proposal rencana kerja pembimbingan, pendampingan dan pemberdayaan kelompok peternak dengan direkomendasi Kepala Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten/Kota dimana calon SMD WP berdomisili.
Ruang lingkup proposal meliputi:
(a) Pendahuluan;
(b) Profil calon SMD WP;
(c) Wilayah kerja yang dipilih minimal 2 provinsi;
(d) Usulan kelompok yang dibina;
(e) Rencana kerja pembimbingan, pendampingan dan pemberdayaan kelompok peternak;
(f) Target hasil yang diinginkan
(g) Sistem koordinasi; dan
(h) Penutup.

b. Bersedia bekerja sebagai Wirausahawan Pendamping Kelompok dan bersedia ditempatkan di wilayah pedesaan.
c. Bersedia ditempatkan di luar wilayah asal domisili.
d. Bersedia bekerja dengan status Pegawai tidak tetap dengan sistem kontrak dalam masa kerja tertentu dan dapat diperpanjang masa kerjanya sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan Dana dalam DIPA Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
e. Tidak akan menuntut untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
f. Apabila terjadi pemberhentian atau pemutusan hubungan kerja karena sesuatu hal, tidak akan menuntut pesangon atau ganti rugi dikemudian hari.
g. Harus berkoordinasi dan bersinergis d engan Dinas yang membidangi fungsi Peternakan kab/kota, Dinas/kantor sektor lain yang terkait dalam pemberdayaan kelompok peternak, sumber pembiayaan, pemerintahan desa, petugas teknis peternakan dan stake holders lainnya.
h. Berkoordinasi dengan SMD yang telah berkembang di wilayah kerjanya dan bergabung dalam asosiasi SMD.
Lokasi Binaan :
Wilayah kerja SMD WP Terpilih Tahun 2015 meliputi provinsi : Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
 B. Tata Cara Pendaftaran 
Mengajukan surat permohonan bermaterai dan dilampiri dengan proposal rencana kerja yang ditujukan kepada :
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI,
dengan alamat:
Direktorat Budidaya Ternak
Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian,
Gedung C lantai IX Jl. Harsono RM No.3 Ragunan Jakarta Selatan.
Calon SMD WP Tahun 2015, harus melampirkan:
a) Proposal rencana kerja pembimbingan, pendampingan dan pemberdayaan kelompok peternak yang direkomendasi oleh Kepala Dinas Peternakan/Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten/Kota dimana calon SMD WP berdomisili.
b) Copy ijazah terakhir, daftar riwayat hidup, pengalaman pekerjaan dan aktivitas organisasi yang pernah diikuti.
c) Copy kartu tanda penduduk (KTP) atau surat keterangan domisili dari kepala Kelurahan/Desa.
d) Surat persetujuan dari suami bagi calon SMD WP wanita yang telah menikah.
e) Surat pernyataan kesanggupan ditandatangani di atas materai Rp. 6.000,- (download)
Disarankan, Diisi terlebih dahulu Formulir Online Pra Pendaftaran Calon Peserta Seleksi SMD WP. Kemudian segera kirim proposal.
- See more at: http://www.ditjennak.deptan.go.id/

LIMAPULUH KOTA: Peternak Ayam Terancam Bangkrut

Tahun 2015 yang menjadi awal dibukannya kran persaingan bebas Asean, bakal segera makan korban. Salah satunya adalah peternak ayam petelur lokal yang selama ini dikelola dengan skala kecil, terancam mengalami kebangkrutan. Pasalnya, usaha mereka akan dilibas perusahan besar dengan modal triliunan rupiah.
Jika hal itu terjadi, maka dipastikan, banyak  orang menjadi pe­ngangguran. Akibatnya, bisa memunculkan konflik besar.
Hal itu diungkapkan Ketua Perhimpunan Pengusaha Ung­gas Indonesia (PPUI) Sumbar, H Khazanatul Israr SE Dt Gindo Pangulu Nan Babudi dalam percakapan dengan Haluan Jumat (9/1) kemarin.
Menurut Israr-panggilan kesehariannya, pemberlakuan Undang Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan itu, memberikan kesempatan ke­pa­da perusahaan besar untuk membudidayakan ayam pe­telur dimanapun di seluruh Indonesia. Mereka bebas mem­buat kandang, menjual dan membeli telur sesuai de­ngan keinginan mereka.
Hal itu bisa terjadi, karena perusahan bermodal besar itu, juga memiliki pabrik pakan ayam, punya perkebunan ja­gung yang luas serta kebutuhan ayam lainnya. “Jika perusahaan besar telah ikut membuka kandang di kampung-kam­pung, maka dapat diba­yang­kan, usaha masyarakat yang selama ini menjadi pemasukan utama mereka, akan terganggu. Harga telur akan jatuh, karena “meledaknya” produksi telur pabrikan. Dengan sendirinya, kandang-kandang kecil akan mati perlahan. Inilah yang menjadi ancaman kebang­kru­tan itu, “kata Israr.
Ia khawatir, jika kondisi itu tetap terjadi, maka tidak dapat dibayangkan, apa yang akan terjadi dengan jutaan masya­rakat yang selama ini telah berusaha pada peternakan itu.
”Masuknya perusahaan besar itu, telah menjadi keja­hatan ekonomi dan melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil serta Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1999 ten­tang Larangan Praktek Mo­nopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Harapan kita, ikut campur pemerintah de­ngan memberdayakan peter­nak kecil. Apalagi selama ini, hampir 90 persen dari petani lokal memanfaatkan dana pinjaman bank. Jika hal ini terus terjadi, tidak tertutup kemungkinan, akan terjadi insolvent atau kebangkrutan besar-besaran,” kata Owner Rajawali Fedd Center itu.
Atas ancaman itu, pengu­saha yang kini “harus” mengu­bah bisnisnya pada penjualan pakan ayam itu, berharap du­kungan dari pemerintah. Ia berkeinginan agar ada aturan yang  jelas dalam menjamin usaha kecil. Pemberdayaan usaha anak nagari menjadi penting, karena tidak ingin nantinya masyarakat hanya akan menjadi pekerja saja. “Jika peternakan ayam telah dikuasai perusahaan besar, maka tidak tertutup kemung­kinan, ma­syarakat akan men­jadi pekerja saja, tanpa adanya jaminan kesejahteraan, “tan­dasnya
Terpisah, Ketua Per­him­punan Insan Peternakan Re­publik Indonesia (Pinsar) Sumbar, Perdana “Agung” Agus­­ta mengakui, bersama peternak lainnya, telah me­nyam­paikan kepada Menteri Pertanian RI waktu dijabat Ir. Suswono bahwa usaha per­ung­gasan nasional harus di­dukung dan diberikan kesem­patan untuk terus tumbuh dan berkembang.
“Kita mendukung harapan yang disampaikan pemerintah, jangan sampai industri perung­gasan dalam negeri yang sudah dibangun sekian lama hancur karena impor. Justru kini yang terjadi, perunggasan dalam negeri telah dihancurkan oleh perusahaan Penanam Modal Asing (PMA) unggas di Indonesia. Namun kini terbukti hancurnya usaha peternakan rakyat serta melemahnya pena­naman modal dalam negeri unggas.  Para perusahaan in­dustri perunggasan PMA besar integrator yang telah lama menghancurkan jutaan usaha peternakan unggas rakyat di dalam negeri, “aku Perdana Agung Agusta.
Lebih jauh diakui Agung, kondisi itu telah me­nye­bab­kan  pengangguran baru di bidang perunggasan. “Bidang usaha pertanian jagungpun tidak kondusif karena petani jagung selalu dipermainkan dengan harga murah disaat panennya. Kulminasi peng­hancuran usa­ha rakyat ini, adalah digantinya UU No.6 Tahun 1967 menjadi UU No.18 Tahun 2009. UU ini melegalkan kejahatan eko­nomi unggas yaitu berupa Monopoli dan Kartel, “tutur pengusaha yang kini memi­liki lebih 300 ribu ayam petelur di Limapuluh Kota.
Khusus di Kabupaten Li­ma­puluh Kota yang meru­pakan daerah agraris dan meru­pakan  sentra produksi ternak di Sumatera Barat khususnya, dan Indonesia bagian Baratu mumnya. Selain memenuhi kebutuhan bidang peternakan dan perikanan di dalam dae­rah juga memenuhi kebutuhan daerah lainnya seperti Provinsi Riau, Jambi,Sumatera Utara dan sebagian Jakarta. Peter­nakan ayam ras dan ayam ras pedaging merupakan komoditi unggulan terbesar yang mem­berikan kontribusi dalam pe­ning­katan taraf ekonomi ma­sya­rakat Kabupaten Lima­puluh Kota
Jumlah populasi ayam ras petelur di Kabupaten Lima­puluh Kota pada tahun2013, sebanyak 12 juta  ekor lebih mengalami kenaikan sebanyak dua kali lipat jika diban­ding­kan pada tahun 2003 silam. Hal ini dapat dilihat pada data Dinas Peternakan Limapuluh Kota. Angka ini menunjukkan semakin banyaknya permin­taan telur ayam ras.  Akan tetapi, kenaikan jumlah po­pulasi ayam ras petelur tidak diimbangi oleh peningkatan jumlah rumah tangga usaha peternakan ayam ras petelur dan ayam ras pedaging.
Di Kabupaten Limapuluh Kota terjadi penurunan jumlah rumah tangga usaha peter­nakan (RTUP)  pada kedua jenis ternak tersebut. Pada rumah tangga ayam petelur, terjadi pengurangan sebanyak 33,02 persen, sedangkan pada rumah tangga ayam pedaging terjadi pengurangan yang lebih kecil, yaitu sebanyak 17,78 persen. Pengurangan itu, ter­jadi karena terus melonjakanya harga pakan ayam. Disisi lain, tidak sesuainya antara biaya produksi dengan penjualan. Namun penyebab utamanya diperkirakan karena mulai masuknya perusahan besar dalam pembudidayaan ayam dikampung-kampung. (h/nto)

SUMBER http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/ekbis/37096-peternak-ayam-terancam-bangkrut-