THE PROGRAM CATTLE BANK FECES (BFT) AS EFFORTS TO INCREASE SOCIAL AND
ECONOMIC SOCIETY
Yoppy Mairizon
RS
Study Program
Animal Husbandry,Faculty of Aimal Husbandry,
Andalas
University
ABSTRACT
Now
animal husbandry the people became one of the buttresses meet their food needs
in indonesia , this situation has made farmers prioritize the improvement of
livestock productivity , however the development of productivity cattle while
this is not followed by alleviating the impact of social , health and environment
caused by animal husbandry. Feces resulting from animal husbandry the people ,
feces spilled and usually not utilized by farmers .Hence needed a container as
“ bank of feces cattle ( BFT ) “ to help farmers the people cope with the
problems that they face .Bank of feces cattle ( BFT ) have in common with banks
the current , however having the difference the object passed and there are
management process products. Depositing that were taken in BFT do not use money
but cattle use of feces .Feces cattle later in of these stations and then will
be recording in the book special savings BFT done adiministrasi division .Feces
later in to be the product of sports worth selling and of itself to by the
division of processing , then the product marketed and sold by marketing
division then the results were submitted to administrative division . BFT holds
an important role in reducing the environmental impact caused by them who in by
feces cattle from livestock business people that during this wasted vain.Through
feces cattle BFT with the level of the impurity high processed into products
environmental kindnessWith the existence of community BFT and breeder the
people will be easy for depositing feces cattle and then savings after being
rewarded with some money.This certainly will add revenue from animal husbandry
the people who usually not avail of feces cattle as additional income.
Keywords : Cattle
Bank Feces, Social
Economic, Animal Husbandry
Thursday, 2 May 2013
PENGOLAHAN BULU DOMBA
YOPPY MAIRIZON R.S
Mhs. Universitas Andalas - IPB
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Selain
memiliki hasil utama, hewan ternak juga memiliki produk ikutan ternak. Produk
hasil ikutan tersebut bisa dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari baik dengan
proses maupun tanpaproses pengolahan. Salah satu hasil ikutan ternak ini adalah
adalah bulu, salah satu ternak yang bulunya dapat dimanfaatkan adalah domba.
Menurut Ensrninger (1977) bulu domba adalah bulu alamai yang menutupi tubuh
domba, pada domba bulu berfungsi untuk mengatur suhu tubuh yang bisa melindungi
domba dari panas maupun dingin. Hal ini juga diperkuat oeh Kammlade dan
Kammlade (1955), menambahkan bahwa secara alami bulu domba berfungsi sebagai
termoregulator yang baik yaitu dapat mempertahankan tubuh dari pengaruh udara
panas atau dingin.
Bulu domba dapat dimanfaatkan dengan beberapa
tahap pengolahan, seperti pencukuran, pemberishan yang meliputi pencucian,
pengeringan dan kemudian di pintal.. Hasil dari pemintalan dapat di jadikan
sejumalah produk yang bernilai jual tinggi. Produk yang dihasilkan dari buludomba sering diolah
menjadi kain
tapestry. Kain tapestry atau yang
kita kenal kain tenunan yang umumnyaterbuat dari bahan baku berup serat organik
seperti katun dari kapas atau dari wol (bulu domba). Bahan pemuatan kain tapestry yang umum digunakan berasal
dari hasil pengolahan bulu atau wol
domba. Proses pembuatan tapestry
dengan bahan kain tenunan dari bulu atau wol
domba memiliki kelebihan diantaranya berat, hangat, dan halus.
Tujuan
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa
yang bertindak sebagai praktikan dapat mempelajari bulu domba dan dapat
mengolah bulu domba menjadi sejumlah produk yang bernilai jual tinggi..
Thursday, 25 April 2013
PENGUJIAN KUALITAS SUSU
DISUSUN OLEH
YOPPY MAIRIZON R.S
MAHASISWA PETERNAKAN UNAND-IPB
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Ternak
perah merupakan ternak yang memiliki fungsi untuk menghasilkan susu. Susu
sangat bermanfaat untuk kesehatan masyarakat karena memiliki kandungan protein.
Susu didefinisikan sebagai sekresi fisiologis dari kelenjer susu. Kualitas dan
kuantitas susu berbeda antar spesies dan bangsa. Meningkatnya permintaan susu
segar merupakan sebuah peluang yang harus dimanfaatkan, namun sebelum itu harus
diketahui bahwa keberhasilan dalam usaha peternakan sapi perah erat kaitannya
dengan baik buruknya managemen peternakan atau tatalaksana peternakan.
Sunday, 21 April 2013
Pembuatan Sabun Dari Tallow
Disusun Oleh
YOPPY MAIRIZON R.S
(Mhs.Ilmu Peternakan UNAND-IPB)
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Selain memiliki hasil utama, hewan
ternak juga memiliki produk ikutan ternak. Produk hasil ikutan tersebut bisa
dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari baik dengan proses maupun tanpaproses
pengolahan. Salah satu hasil ikutan ternak ini adalah lemak, lemak dapat
dimanfaatkan dengan pengolahan pertama yang disebut rendering. Hasil dari
rendering dari lemak sapi berupa tallow, merupakan bahan baku pembuatan produk
sabun.
TEPUNG KERABANG TELUR
Disusun Oleh
YOPPY MAIRIZON R.S
(Mhs. Ilmu Peternakan UNAND-IPB)
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hasil-ikutan
(by-products) ternak
merupakan salah satu potensi
dari subsector petemakan yang sampai saat ini masih belum banyak dimanfaatkan,
khususnya untuk industri pangan .kerabang telur dan Tulang, tulang rawan dan daging dari sisa deboning di industry pangan hasil
ternak dan rumah pemotongan ayam
adalah contoh hasil-ikutan ternak yang cukup besar peluangnya untuk dapat
diolah kembali menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi.
RENDERING LEMAK SAPI
Disusun Oleh
YOPPY MAIRIZON R.S
(Mhs. Ilmu Peternakan UNAND-IPB)
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Lemak sapi merupakan salah satu hasil
ikutan ternak. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih menyukai daging dengan
sedikit lemak. Lemak yang tidak dikonsumsi masyarakat akan memiliki nilai
tambah jika dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya dengan proses randering. Randering merupakan proses pemurnian lemak yang mengubah jaringan
hewan yang tidak berguna menjadi bahan berguna (lemak tallow). Setelah di-randering,
lemak bisa digunakan untuk membuat berbagai macam produk. Randering banyak diaplikasikan pada sektor industri.